Teknologi Terbuka untuk Aksi Iklim
_1761618940.png)
Aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim tidak lepas dari dukungan teknologi pemetaan dan sistem informasi geografis (SIG). Namun, keterbatasan akses terhadap teknologi berbayar sering menjadi kendala bagi masyarakat dan mitra lokal. Untuk mengatasi hal ini, KEHATI menjalin kerja sama dengan Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT/AP Hub) dalam mempromosikan teknologi open mapping, yaitu sistem pemetaan partisipatif yang terbuka dan mudah diakses.
Pada Maret 2025, KEHATI dan HOT/AP Hub menyelenggarakan Workshop Open Mapping untuk konservasi, diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai mitra dan instansi daerah. Kolaborasi ini kemudian dikembangkan ke dalam proyek percontohan open mapping di ekosistem mangrove Banten bersama mitra Yayasan Lestari Alam Kita (Salaka). Kerjasama open mapping ini juga sedang dijajaki untuk diterapkan di ekosistem kehutanan dan pertanian.
Kerja sama ini telah diformalkan melalui nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang mencakup penggunaan teknologi geospasial untuk konservasi dan aksi iklim; pelaksanaan proyek percontohan mangrove; serta penggalangan dana bersama untuk memperluas dampak. Pada bulan November dilakukan share learning hasil proyek percontohan berupa dasbor (tampilan utama pada aplikasi) peta mangrove yang memiliki citra foto udara drone, informasi estimasi karbon, video penanaman mangrove, dan informasi sosial ekonomi masyarakat.